Minggu, 01 Oktober 2017

IMBUHAN

AWALAN
A. Jenis-Jenis Awalan.
Awalan adalah salah satu imbuhan yang terletak pada bagian awal sebuah kata dasar. Awalan disebut juga prefix. Kata yang tidak atau belum mendapat imbuhan disebut kata dasar. Penambahan awalan pada kata dasar akan  menghasilkan makna yang beragam, tergantung pada awalan yang menempel pada kata tersebut.
Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa awalan, yaitu :
1. ber-       2. me-      3. di-      4. ke-      5. per-      6. pe-     7. ter-     8. se-

B. Makna Awalan
1. awalan ( me- )
Awalan me- mempunyai makna arti sebagai berikut:


a. melakukan tindakan
    Contoh :
     - menulis   - memakan    - menanam    - membunuh   - melompat   - membendung

b. melakukan suatu kegiatan dengan alat
    Contoh :
    - mengunci    - mencangkul    - membajak    - memanah    - mengetik   - mencambuk   - mengail

c. dalam keadaan sebagai
    Contoh
    - membujang   - menjanda   - membabi buta

d. membuat jadi atau menjadi lebih
    Contoh :
    - meninggi     - menurun      - memanas      - mencair     - mendingin

2. awalan (ber-)
Awalan ber- mempunyai makna arti sebagai berikut:

a. memakai.
    Contoh :
     - bersepeda (memakai sepeda)     - gertopi (memakai topi),          - bersepatu (memakai sepatu).

b. mempunyai/memiliki
    Contoh :
    - beranak (memiliki anak)   - bersuami (memiliki suami),   - beilmu (memiliki ilmu),  - berharta (memiliki harta).

c. melakukan tindakan untuk diri sendiri
    Contoh :
    - berhias,    - berdandan    - bersolek,    - berkaca.

d. berada dalam keadaan
    Contoh :
    - bersantai,    - bermalas-malas   - bersedih

e. menyatakan saling atau timbal-balik
    Contoh :
    - bersalaman   - bertubrukan

3. awalan ( di- )
Awalan di berfungsi membentuk kata kerja pasif, sedangkan maknanya adalah :

a. dikenai tindakan
   Contoh :
   - dibeli   - dipukul

b. dikenai dengan
    Contoh :
     - digunting   - digergaji

c. dibuat atau dijadikan
    Contoh :
     - disambal   - digulai

d. diberi/dilengkapi
    Contoh :
    - dicat   - dipagari   - ditugasi

4. awalan ( ke- )

   a. membentuk kata benda,
   b. kata kerja;
   c. kata bilangan tingkat, kedu, keempat
   d. kata bilangan kumpulan,
   e. kata benda; - kekasih, ketua    
  
5. awalan ( per- )
    Awalan me- mempunyai makna arti sebagai berikut:
    a. membuat jadi
        - perbudak (membuat jadi budak),
        - pertuan (membuat jadi tuan)

    b. membuat jadi lebih
        - perkecil (membuat jadi lebih kecil),
        - pertajam (membuat jadi lebih tajam)

    c. membagi jadi
        - perempat (membagi jadi empat),

6. awalan ( se- )
    Awalan ke- berfungsi untuk:
    a. menyatakan satu
        - seangkatan, sepasang, selusin, sebuah

    b. menyatakan segenap atau seluruh
        - sekeluarga, sekampung
    c. menyatakan sebanding
        - sebaik, secantik
    d. menyatakan sama
          - serupa

BERSAMBUNG >

KATA ULANG

Fungsi dan Makna Kata Ulang
1. Kata ulang bermakna mirip atau agak
     Contoh: kekanak-kanakan, kemerah-merahan, kebapak-bapakan, kekeluargaan, kuda-kudaan, mobil- mobilan, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
      Mobil-mobilan yang diberikan oleh ayah berwarna kemerah-merahan.
      Dia bertingkah laku kekanak-kanakan bukannya kebapak-bapakan.
2. Kata ulang bermakna banyak/jamak
     Contoh: ibu-ibu, bapak-bapak, buku-buku, rumah-rumah, motor-motor, hewan-hewan, barang-
                    barang,  murid-murid, dokter-dokter, sapi-sapi, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
      Murid-murid harus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru-guru mereka.
      Motor-motor yang terparkir di lapangan itu kebanyakan milik bapak-bapak daripada ibu-ibu.
3. Kata ulang bermakna macam-macam
     Contoh: sayur-mayur, pepohonan, buah-buahan, tumbuhan-tumbuhan, batu-batuan, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
                    Ibu membeli sayur mayor di pasar minggu setiap hari.
                    Di taman itu banyak terdapat tumbuhan-tumbuhan yang cantik dan harum.
4. Kata ulang bermakna saling.
     Contoh: bermaaf-maafan, bersalam-salaman, pukul-memukul, pandang-memandang, lihat-melihat,   
                    tembak-menembak, tikam-menikam, tuduh-menuduh, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
                     Perampok dan polisi itu tembak-menembak di depan Bank kemarin sore.
                     Kedua pasangan itu pandang-memandang selama berjam-jam tanpa bicara sepatah kata pun.
5. Kata ulang bermakna intensitas
     Contoh: Kuat-kuat, mondar-mandir, jalan-jalan, makan-makan, bolak-balik, berjam-jam, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
                    Andi memegang tangan ayahnya kuat-kuat ketika menyebrang jalan.
                    Aku melihat orang itu mondar-mandir di depanku sejak dari tadi.
6. Kata ulang bermakna kolektif atau bilangan
     Contoh: satu-satu, dua-dua, tiga-tiga, empat-empat, dan seterusnya.
     Contoh kalimat:
                    Ibu membagikan permen kepada anak jalanan itu satu-satu.
                    Pembagian keuntungan itu dibagi secara adil yaitu lima puluh-lima puluh.
7. Kata ulang bermakna keadaan atau situasi
     Contoh: hidup-hidup, mentah-mentah, merah-merah, panjang-panjang, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
                    Presiden memerintahkan untuk menangkap pelaku terorisme itu hidup-hidup.
                    Buah rambutan itu merah-merah dan pasti rasanya manis.
8. Kata ulang bermakna  tindakan yang dilakukan berkali-kali
     Contoh: sering-sering, berkali-kali, terus-menerus, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
                     Budi memukul kucing itu berkali-kali hingga tak bisa berdiri.
                     Andi mengejeknya terus-menerus tanpa henti.
9. Kata ulang bermakna kegiatan
     Contoh: masak-memasak, jahit-menjahit, tukar-menukar, dan lain-lain.
     Contoh kalimat:
                    Ibu-ibu PKK mengadakan lomba masak-memasak untuk memperingati hari kemerdekaan.
                    Sebelum ada uang orang-orang mengadakan tukar menukar barang untuk memenuhi       
                    kebutuhan hidup.

 Macam-Macam Kata Ulang

KATA MAJEMUK

Kata majemuk adalah gabungann dua buah katadasar atau lebih yang mengandung satu pengertian. Kata majemuk disebut juga kata gabung. Pada kata majemuk tidak terlihat  arti tiap kata yang digabungkan, kata-kata yang digabung membentuk makna/arti baru.

1. Kata Majemuk Berdasarkan Cara Penulisannya
a.Kata Majemuk Senyawa
   Kata majemuk senyawa adalah kata majemuk yang penulisannya dirangkaikan.
   Misalnya: matahari, hulubalang, bumiputra.
b.Kata majemuk tak-senyawa.
   Kata majemuk tak-senyawa adalah kata majemuk yang penulisannya tetap
   terpisah.
   Misalnya: sapu tangan, kumis kucing, cerdik pandai.

2. Kata Majemuk Berdasarka Jenis Kata Pembentuknya, yaitu:
a.Kata majemuk yang terdiri atas kata benda+kata benda.
   Misalnya: kapal udara. Anak emas, sapu  tangan.
b.Kata majemuk yang terdiri atas kata benda+kata kerja.
   Misalnya: kapal terbang, anak pungut, meja  makan.
c.Kata majemuk yang terdiri atas kata benda+kata sifat.
   Misalnya: orang tua, rumah sakit, pejabat  tinggi.
d.Kat majemuk yang terdiri atas kata sifat=kata benda.
   Misalnya: panjang tangan, tinggi hati, keras kepala.
e.Kata majemuk yang terdiri atas kata bilangan+kata benda.
   Misalnya: pancaindera, dwiwarna.
f.Kata majemuk yang terdiri atas kata kerja+kat kerja.
   Misalnya: naik turun, keluar masuk, pulang pergi.
g.Kata majemuk yang terdiri atas kata sifat+kata sifat
   Misalnya: tua muda, cerdik pandai. Tbesar kecil.

3. Kata Majemuk Berdasarkan Hubungan Kata Pembentuknya, yaitu:
     a.Kata majemuk yang kata pertamanya merupakan awalan: prasarana. prasejarah
        Kata majemuk yang kata pertamanya merupakan pangkal kata: rumah sakit. kapal udara. meja belajar.
     b. Kata majemuk yang kata keduanya merupakan pangkal kata: maha-siswa, bumiputra. purbakala.
     c. Kata majemuk yang kata pertamanya mempunyai hubungan sederajat dengan kata keduanya:
         naik turun. besar kecil. pulang pergi, sanak saudara 




KALENDER PENDIDIKAN 2017-2018








Cara Hewan Bernapas

Hewan Bernafas Tidak seperti pada tumbuhan yang alat pernafasannya tidak dapat dilihat dengan mata saja alat pernapasan pada sebagian bes...