Kamis, 12 Oktober 2017

LATIHAN PENGGOLONGAN HEWAN



A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat dan benar!

  1. Hewan pemakan tumbuhan disenut ....
  2. Contoh hewan pemakan tumbuhan yaitu ….
  3. Burung yang termasuk pemakan daging adalah burung ….
  4. Hewan pemakan hewan lain disebut ….
  5. Contoh hewan pemakan hewan lain yaitu ....
  6. Umumnya, bentuk gigi seri herbivora adalah ….
  7. Contoh burung pemakan daging adalah ….
  8. Hewan yang memakan tumbuhan dan hewan lain disebut ....
  9. Contoh hewan pemakan serangga adalah ….
10. Contoh ikan yang termasuk karnivora adalah ….

 B.Jawablah dengan singkat dan benar!
 
  1. Berasal dari manakah makanan yang dimakan hewan?
  2. Berdasarkan jenis makanannya, lumba-lumba dapat dikategorikan sebagai hewan apakah?
  3. Mengapa hewan buas memiliki kuku kuat dan tajam?
  4. Sebutkan tiga jenis tumbuhan yang menjadi makanan herbivora!
  5. Sebutkan dua contoh makanan manusia yang berasal dari hewan!
  6. Apa fungsi gigi taring pada karnivora?
  7. Mengapa musang dan beruang digolongkan sebagai omnivora?
  8. Bagaimana perbedaan susunan gigi antara herbivora dengan karni￾vora?
  9. Mengapa makhluk hidup terkadang mempunyai alat khusus yang tidak  dimiliki oleh makhluk hidup
      lain?
10. Sebutkan beberapa contoh herbivora yang bermanfaat bagi manusia!

Minggu, 01 Oktober 2017

LATAR CERITA



A. Pengertian latar
Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa. Latar meliputi semua keterangan, petunjuk pengaluran yang berhubungan dengan suasana, kesibukan si pelaku/tokoh, waktu berlakunya peristiwa, lingkungan agama, musim, moral, intelektual sosial, serta emosional si pelaku/tokoh.
B. Macam-macam latar
Jenis atau macam-macam latar diantaranya sebagai berikut ini:
1. Latar waktu
Kapan tokoh ataupun si pelaku melakukan sesuatu pada saat kejadian peristiwa dalam cerita yang sedang telah terjadi. Seperti misalnya: Pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, di zaman dulu, dimasa depan, dan lain sebagainya.
2. Latar tempat
Dimana tempat tokoh atau si pelaku mengalami kejadian atau peristiwa didalam cerita. Seperti misalnya: di dalam bangunan tua, di pantai, di lautan, di sawah, di sekolah, di sebuah pesawat, di pinggir sungai, di ruang angkasa, dan lain sebagainya
3. Latar suasana
Dalam keadaan atau situasi bagaimana si tokoh atau si pelaku malakukan sesuatu. Seperti misanya: saat galau, gembira, lelah, sedang hujan, pusat keramaian, suara bising bi bandara  dan lain sebagainya.
4. Latar alat
Alat apa  yang diperlukan atau digunakan  si pelaku dalam suatu cerita. Seperti misalnya: Tombak, pedang, paku, pistol, panah, buku, pulpen, dan lain sebagainya.
C. Fungsi latar
Fungsi dari latar sendiri yaitu untuk memberikan suatu gambaran yang jelas tentang suatu peristiwa yang terjadi pada suatu karya sastra dan memberikan informasi yang jelas mengenai situasi didalam sebuah cerita.

IMBUHAN

AWALAN
A. Jenis-Jenis Awalan.
Awalan adalah salah satu imbuhan yang terletak pada bagian awal sebuah kata dasar. Awalan disebut juga prefix. Kata yang tidak atau belum mendapat imbuhan disebut kata dasar. Penambahan awalan pada kata dasar akan  menghasilkan makna yang beragam, tergantung pada awalan yang menempel pada kata tersebut.
Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa awalan, yaitu :
1. ber-       2. me-      3. di-      4. ke-      5. per-      6. pe-     7. ter-     8. se-

B. Makna Awalan
1. awalan ( me- )
Awalan me- mempunyai makna arti sebagai berikut:


a. melakukan tindakan
    Contoh :
     - menulis   - memakan    - menanam    - membunuh   - melompat   - membendung

b. melakukan suatu kegiatan dengan alat
    Contoh :
    - mengunci    - mencangkul    - membajak    - memanah    - mengetik   - mencambuk   - mengail

c. dalam keadaan sebagai
    Contoh
    - membujang   - menjanda   - membabi buta

d. membuat jadi atau menjadi lebih
    Contoh :
    - meninggi     - menurun      - memanas      - mencair     - mendingin

2. awalan (ber-)
Awalan ber- mempunyai makna arti sebagai berikut:

a. memakai.
    Contoh :
     - bersepeda (memakai sepeda)     - gertopi (memakai topi),          - bersepatu (memakai sepatu).

b. mempunyai/memiliki
    Contoh :
    - beranak (memiliki anak)   - bersuami (memiliki suami),   - beilmu (memiliki ilmu),  - berharta (memiliki harta).

c. melakukan tindakan untuk diri sendiri
    Contoh :
    - berhias,    - berdandan    - bersolek,    - berkaca.

d. berada dalam keadaan
    Contoh :
    - bersantai,    - bermalas-malas   - bersedih

e. menyatakan saling atau timbal-balik
    Contoh :
    - bersalaman   - bertubrukan

3. awalan ( di- )
Awalan di berfungsi membentuk kata kerja pasif, sedangkan maknanya adalah :

a. dikenai tindakan
   Contoh :
   - dibeli   - dipukul

b. dikenai dengan
    Contoh :
     - digunting   - digergaji

c. dibuat atau dijadikan
    Contoh :
     - disambal   - digulai

d. diberi/dilengkapi
    Contoh :
    - dicat   - dipagari   - ditugasi

4. awalan ( ke- )

   a. membentuk kata benda,
   b. kata kerja;
   c. kata bilangan tingkat, kedu, keempat
   d. kata bilangan kumpulan,
   e. kata benda; - kekasih, ketua    
  
5. awalan ( per- )
    Awalan me- mempunyai makna arti sebagai berikut:
    a. membuat jadi
        - perbudak (membuat jadi budak),
        - pertuan (membuat jadi tuan)

    b. membuat jadi lebih
        - perkecil (membuat jadi lebih kecil),
        - pertajam (membuat jadi lebih tajam)

    c. membagi jadi
        - perempat (membagi jadi empat),

6. awalan ( se- )
    Awalan ke- berfungsi untuk:
    a. menyatakan satu
        - seangkatan, sepasang, selusin, sebuah

    b. menyatakan segenap atau seluruh
        - sekeluarga, sekampung
    c. menyatakan sebanding
        - sebaik, secantik
    d. menyatakan sama
          - serupa

BERSAMBUNG >

Cara Hewan Bernapas

Hewan Bernafas Tidak seperti pada tumbuhan yang alat pernafasannya tidak dapat dilihat dengan mata saja alat pernapasan pada sebagian bes...